Selasa, 10 Maret 2015
SURAT untuk PRESIDEN
selamat sore Tuan presiden....
jarak masih mengingkari waktu dan begitulah :
jauh,
Tuan terlalu pongah dalam rengkuh
gagap diujung kata biar runtuh
pun koyak dalam sentuh
kemudian saksi mengeluh
karena tuan tak menyeru
diam seperti bidak membatu
dan jelata merayap seperti belatung
jauh,
tuan masih mematung dalam kultus
jadi tuhan ... pergi tak hirau
dan kami tetap jadi belatung...
tinggal menghitung
kapan mayat bergelantung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Nasib dan Peruntungan
Apa yang kamu lakukan selama ini? Apakah aku sudah menjalani hidupku dengan baik? Selama ini aku punya penyesalan tersendiri pada takdir...
-
Malam itu angin bergerak binal. Habis hujan dan jalanan aspal sudah mulai agak kering. Basah, beberapa dedaunan yang rimbun di pinggir jalan...
-
Alarm berdering. Tubuh mulai menggeliat. Membersihkan sisa mimpi semalam. Kau tahu, wajahmu hanya muncul samar-samar. Lebih jelas namamu yan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar