Kangen tu terbuat dari apa to, Dul?
Sepertinya malam melumat nya jadi abu
Kuberitahu ya...pesan yg kubisikkan padamu bisa jadi hujan yang membara di bongkahan batu-batu ini
Jika tak sampai padamu, anggap saja angin mendesis itu tanda aku masih hidup dan tentu: kangen itu terbuat dr bongkahan-bongkahan batu yang menjadikannya jadi aku.
Persetan, Dul!
Aku manusia puisi yang sok-sok an romantis dengan siapa saja apa saja.
Jika kata-kata sudah muak denganku, kuikat saja kepalaku menempel dinding....
Biar adem, biar gak basi di otak yang mendidih.
Biar kamu tiba-tiba muncul jadi kuncup kembang malam yang wangi masuk lewat jendela,
Jadi jam dinding yang kasak kusuk berdebat dalam sepi
Dan jadi lampu kamar yang kelap kelip, ogah mati ogah hidup ...
Persetan denganku...asal kau memandangku saja aku sudah cukup
Biarpun gila biarpun waras, tohh puisi tetap kurang ajar menulis wajahmu di setiap siasatmu yang cantik....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar